Pengukur massa aliran banyak diaplikasikan pada sektor industri yang bergerak di bidang pengolahan fluida baik itu didalam bentuk gas maupun cairan. Saat ini terkandung 2 jenis perangkat yang banyak ditemui didalam menunjang proses pengukuran massa aliran yakni coriolis flow meter dan thermal mass flow meter. Meskipun ke-2 jenis alat ini punyai kegunaan yang sama, namun terkandung sebagian aspek yang membedakan keduanya.

Adapun perbedaan mendasar pada coriolis flow meter dengan thermal flow meter terdapat pada aspek cara kerjanya didalam mengukur massa aliran. Coriolis flow meter mengukur massa cairan dengan pakai titik selalu di didalam tabung. Dalam prosesnya, jumlah fluida yang masuk ke didalam tabung dan melalui titik selalu didalam jumlah pas tertentu adalah laju aliran massa fluida. Sementara thermal mass flow meter menetapkan massa aliran dengan menghitung efek pendinginan yang ditimbulkan oleh fluida didalam sensor suhu.

 

Coriolis Flow Meter dan Thermal Mass Flow Meter

Penting untuk diingat bahwa ke-2 jenis Kalibrasi Flow Meter ini digunakan untuk mengukur laju massa aliran, bukan untuk menghitung laju aliran volumetrik. Pengukur aliran volumetrik tidak serupa untuk setiap fluida, karena didasarkan dengan kekentalan, suhu, tekanan dan komposisi fluida, dan bisa dihitung dengan membagi laju aliran massa dengan densitas fluida.

Pengukur aliran massa standar mengkompensasi perbedaan pada suhu dengan tekanan melalui pemancar multivariable atau perangkat lunak aliran yang diprogram untuk menyajikan output didalam hal laju aliran massa dan laju aliran volumetrik pada suhu dan tekanan standar.

 

Cara Kerja Thermal Mass Flow Meter

Thermal mass flow meter adalah alat pengukur aliran massa yang secara langsung mengukur aliran massa pada fluida berdasarkan dengan prinsip perpindahan panas, yakni secara konduksi dan konveksi. Thermal mass flow meter didasarkan pada prinsip pengukuran aliran massa berdasarkan dengan laju disipasi (energi panas yang timbul akibat gesekan) per satuan waktu.

Flow meter ini pakai dua buah sensor yang menonjol ke didalam aliran fluida dengan kedalaman tertentu. Dalam prosesnya, aliran panas yang konstan bakal diinjeksikan ke didalam aliran fluida melalui sensor, pas sensor lainnya berperan untuk mengukur suhu fluida. Pada pada akhirnya jumlah panas yang disipasi bakal memilih laju aliran massa fluida.

Terdapat dua metode penghitungan jumlah panas yang disipasi didalam cairan yakni metode diferensial suhu konstan dan Constant Current Method. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Constant Current Method – Dalam metode ini, arus konstan dipasok ke sensor kecepatan (velocity sensor) pas sensor suhu mengukur suhu fluida. Sensor kecepatan bakal mencatat suhu yang banyak ragam berdasarkan dengan jumlah fluida yang mengalir melalui pipa. Perpedaan pada ke-2 sensor selanjutnya bakal menjadi indikasi laju aliran massa cairan, didalam hal ini semakin besar laju aliran massa maka semakin kecil perbedaan suhu.

Constant Temperature Differential Method – Dalam metode pengukuran ini, perbedaan suhu konstan bakal dipertahankan pada ke-2 sensor suhu. Arus panas yang disuplai untuk merawat kondisi konstan ini berbeda, sesuai dengan laju aliran fluida. Semakin besar laju aliran maka semakin besar efek pendinginan pada velocity sensor, oleh karena itu semakin besar pula jumlah arus yang dipasok melalui RTD (Resistant Temperature Detector). Perubahan energi merupakan ukuran langsung dari laju aliran massa fluida.

Kedua metode di atas mengukur efek pendinginan yang dihasilkan pada velocity sensor oleh melokul fluida. Thermal mass flow meter kebanyakan digunakan untuk mengukur massa aliran pada gas karena punyai kapasitas penyerapan gas yang lebih rendah bila dibandingkan dengan cairan.

Penggunaan Thermal Mass Flow Meter

Penggunaan thermal mass flow meter banyak ditemui pada industri yang mana aliran massa fluida perlu pengukuran, seperti:

Kilang Minyak dan gas
Pengukuran rasio udara pada bahan bakar pada boiler dan generator uap
Pengukuran aliran udara yang terkompresi didalam industri
Pemantauan flare gas pada kilang gas alam
Pengujian katup gas dan regulator tekanan untuk memahami kebocoran
Pabrik petrokimia

By toha