SLEMAN- Pembebasan lahan dan pembangunan Tol Jogja Solo terus berlanjut, khususnya di Seksi 1 dari Kartasura (Sukoharjo) hingga Purwomartani (Sleiman).  Dikatakan, pembahasan tol Joja Solo Seksi 3 (Gamping-Kulonprogo) sudah selesai dan tinggal menunggu keputusan.  Lalu bagaimana dengan nasib part 2? 

Mohammad Amin, General Manager Pertanahan dan Sarana PTMM mengatakan, proses pembebasan lahan difokuskan pada bagian 1 dan bagian 3, sedangkan bagian 2 hanya akan dilakukan di sebagian desa tertentu.  Ada tiga kecamatan di kawasan Jalan Lingkar Barat yang sudah diambil tanahnya untuk Tahap 2. 

“Ini terletak di Trihango, Tirtoadi dan Tologodi. Ini untuk menghubungkan tol Joja Solo dengan pertigaan Suleiman, tugasnya menjangkau dan mengakses tol Joja-Bawen,” katanya. 

Selain itu, lahan yang terkena dampak terletak di Maguharjo, Depok untuk mempersempit Jalan Nasional Joja-Solo.  Jalan keluar dari tol Joja Solo akan dibangun di Maguharjo 

Setelah proses konstruksi part 1 dan part 3 selesai, pihaknya hanya akan melakukan pembangunan part 2. 

Menurut Amin, Pemprov DIY saat ini sedang menyiapkan tim untuk mengambil lahan dari tol Joja-Solo seksi 3.  Satu-satunya perubahan adalah mereka tetap berada di wilayah Mlang.  “Semuanya baik-baik saja (relnya), termasuk Mlangi. Seksi tiga dibangun lebih tinggi dari jalan lingkar,” kata Amin. 

PPK Unit Pelaksana Jalan Tol (PJBH) Yogyakarta-Solo yang sudah berada di wilayah DIY mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemui kendala dalam pembebasan lahan.  Bahkan, pengadaan tol Joja-Solo untuk Seksi 1 berjalan lebih cepat dari konstruksi. 

Dhyan mengatakan proses pembebasan lahan akan berlanjut hingga Tahap 2 di Tirtoadi, Tologodi dan Trihango.  Target pembebasan lahan Tahap 1 ke Purwomarthani Kalasan dan Maguharjo Depok akan selesai tahun ini.  Demikian pula Divisi 2, khususnya tiga kecamatan (Tirtoadi, Tologoadi, Trihango) dan juga Maguwoharjo.

“Pembebasan lahan untuk Divisi 1 dan Maguharjo serta tiga kecamatan di Divisi 2 antara lain Tirtoadi, Tologoadi, Trihango untuk anggaran pembebasan lahan tahun ini,” ujarnya. 

Untuk Tol Joja-Solo seksi 3, Dian mengaku masih menunggu program hubungan sosial dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY.  Penting sekali untuk Mengenai Izin Lokasi (IPL) pembangunan tol Jogja-Eia, kesesuaian Tata Guna Lahan (KKPR) dari pemerintah pusat yang sudah dialihkan ke pemerintah negara bagian. Kita tunggu program sosialisasinya.” dikatakan.

Sumber Harianjogja.com

Baca Juga Harga Pagar Panel Beton Cilegon