Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Samarinda mengenalkan inovasi baru didalam pengolahan air bersih. Inovasi selanjutnya sebagai cara untuk makin mengimbuhkan layanan terbaik kepada masyarakat yang selama ini membantu keberadaan PDAM .

Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim menjelaskan inovasi yang dilaksanakan PDAM yakni mengganti kaporit sebagai penjernih air. Kaporit yang selama ini digunakan sebagai antibakteri, diganti bersama penjernih air berbahan basic garam. Garam digunakan didalam teknologi generator disinfektan yang bermanfaat melawan kuman. Sehingga air bersih lebih safe dikonsumsi masyarakat.

“Garam itu sebagai bahan elektroklorinator untuk desinfektan. Disinfektan itu digunakan untuk pengganti kaporit. Alatnya udah dipakai di (IPA) Cendana dan di Tirta, nama alatnya elektroklorinator. Kedepan sebentar lagi dapat dipakai termasuk di gunung lipan.

Menurut Nor Wahid, bersama pemanfaatan teknologi garam ini sanggup mengurangi ongkos memproduksi hingga 30 persen. Namun, dirinya mengaku tersedia teknologi lain yang dapat digunakan tanpa mengfungsikan bahan kimia. Sistemnya bernama elektroflokulator dan hanya mengfungsikan listrik. Minimal saat digunakan bahan kimia sanggup lebih hemat dengan menggunakan Water Meter BR.

“Kaporit biayanya tinggi. Garam sebagai antikuman sanggup turunkan disinfektan hingga 50 persen. Salah satu alat udah digunakan, namun yang satunya tetap step uji coba. Kita pasti mengfungsikan yang terbaik dan lebih irit kedepannya,” imbuhnya.

By toha