Ini Penyebab dan Gejala Hidrosefalus pada Bayi | Popmama.com

Hidrosefalus ini merupakan cacat yang dibawa saat lahir oleh bayi, penyebabnya bisa beragam. Misalnya adanya infeksi di Rahim saat terjadi kehamilan bisa membuat juga jaringan otan janin menjadi meradang.

Bukan hanya itu infeksi di sistem saraf pusat, tumor di otak dan sumsum tulang belakang pada bayi bisa membuat bayi mengalami meningitis. Walaupun penyakit yang satu ini memang sangat sering di alami oleh bayi tapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di usia berapa saja.

Misalnya orang dewasa yang usianya diatas 60 tahun ini sering juga mengalami hal ini. Sebagai orang tua Anda jangan khawatir dulu karena Anda bisa mengurangi resiko terkena penyakit yang satu ini.

 

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda sudah melihat anak Anda memiliki tanda- tanda dari penyakit ini sebaiknya segera datang dan konsultasikan dengan dokter, hal ini bisa membuat anak Anda akan segera mendapatkan penanganan terbaik. Jika gejala di bawah ini sudah muncul maka segera bawa anak Anda ke dokter:

  • Sering berteriak dengan menggunakan nada tinggi
  • Mengalami masalah saat mengisap dan menyusu ASI
  • Muntah berulang kali
  • Sulit untuk berbaring
  • Sulit menggerakkan kepala
  • Sulit untuk bernapas dengan lancar
  • Tubuh kejang-kejang

Jika gelaja di atas sudah muncul jangan anggap sepele ya dan segera konsultasikan dengan tenaga ahli.

 

Penyebab Hidrosefalus

Secara normal di dalam otak ini bisanya terdapat cairan bening yang memang diproduksi dalam rongga ventrikel, cairan yang satu ini namanya serebrospinal. Jika normal cairan ini harusnya mengalir dari sumsum tulang belakang ke seluruh bagian otak guna menunjang fungsi otak. Fungsi lainnya untuk cairan ini adalah:

  • Menjaga otak tetap segar.
  • Melindungi dan mencegah cedera pada otak.
  • Menghilangkan semua sisa produk saat metabolisme pada otak.
  • Mengalir pada sepanjang rongga otak dan juga tulang belakang untuk menjaga tekanan di dalam otak.

Tapi jika jumlah cairannya ini berlebihan maka bisa membuat otak mengalami kerusakan permanen dan bisa membuat terganggunya intelektual anak dan perkembangan pada fisiknya terganggu.

Ukuran kepala yang membesar terjadi karena adanya produksi cairan yang belebihan yang membuat tengkorak menjadi tertekan. Kondisi yang satuini terjadi karena cairan tersebut tidak bisa mengalir dengan sempurna di otak. Untuk pengyakit hidrosefalus pada anak ini biasanya terjadi sejal lahir dan merupakan penyakit bawaah.

Kondisi tertentu bisa membuat cairan pada otak meningkat, hal ini disebabkan oleh:

  • Sumbatan yang terjadi di otak atau di sumsum tulang belakang.
  • Pembuluh darah sudah tidak mampu lagi untuk menyerap cairan serebrospinal.
  • Otak menghasilkan cairan yang jumlahnya terlalu banyak dan membuat pembuluh darah tidak bisa menyerapnya.

 

Diagnosis dan Pengobatan

Pemerikasaan untuk kondisi ini berbeda- beda, ini dia beberapa cara yang sering digunakan saat melakukan pemerikasaan:

  • USG

USG ini merupakan sebuah pemeriksaan yang melibatkan gelombang suara yang memilik frekuensi tinggi. USG ini bisa dilakukan untuk mengetahui bayi terkena penyakit ini dari sejak bayi ada di dalam kandungan.

  • Magnetic resonance imaging (MRI)

Pemerikasaan yang selanjutnya adalah MRI, pemeriksaan ini dilakukan dengan memakai gelombang radio dan juga medan magnet. Pemeriksaan yang satu ini bisa membuat kita mengetahui kondisi otak dengan detail. Selain itu dengan MRI penyebab dari hidrosefalus bisa diketahui.

  • CT scan

Pemeriksaan terakhir adalah dengan CT scan, pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan dari sinar X yang memberi tahu gambaran mengenai kondisi otak. Pemeriksaan iniĀ  biasanya hanya dilakukan pada kondisi darurat saja.

By sartika