Pernikahan selalu memiliki ujian tersendiri. Menanggapi tes, beberapa memutuskan untuk melanjutkan keintiman. Yang lain memilih perceraian sebagai cara terbaik.

Perceraian tidak hanya mempengaruhi pasangan, kekayaan mereka, tetapi juga anak-anak yang tidak lagi memiliki keluarga penuh.

Jika Anda adalah anak dari orang tua yang menghadapi perceraian, pertimbangkan 9 cara ini.

  1. Rangkullah dirimu sendiri

Tidak semua anak yang menghadapi perceraian orang tua kuat. Bahkan, sebagian besar anak-anak ini sudah tidak percaya diri lagi.

Dunianya tampak runtuh, dan masa depan tidak pasti. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana menghadapi teman-teman dan masyarakat di sekitar mereka.

Jadi, rangkullah dirimu sendiri. Ini adalah proses merawat orang tua yang akan bercerai. Merangkul diri sendiri berarti menerima kesedihan, ketakutan, kemarahan, kecemasan Anda.

Perasaan campur aduk ini mungkin membingungkan Anda. Namun, dengan merangkul diri sendiri, Anda mencoba menerima kenyataan.

Misalnya, siapkan lagu atau alat musik yang akan menenangkan Anda. Kemudian lepaskan semua emosi Anda sehingga tidak ada yang menghalangi.

  1. Beritahu kami bagaimana perasaan Anda

Menurut psikolog pernikahan, secara sadar atau tidak sadar menghadapi anak dari orang tua yang bercerai dapat berdampak pada suasana hati dan sikap mereka.

Beberapa anak ketakutan. Beberapa orang menjadi pemarah atau bingung. Semua ini terjadi karena anak belum siap dengan kenyataan yang terjadi.

Jika Anda berada dalam situasi ini, segera bagikan perasaan Anda dengan seseorang yang Anda percayai dan pandai menyimpan rahasia.

Anda dapat menemukan tempat tertutup sehingga Anda tidak mengeksposnya dengan memalukan. Dibutuhkan banyak keberanian untuk menceritakan sebuah kisah, tetapi Anda akan merasa lega.

  1. Bicaralah dengan orang tua

Mungkin kamu marah dengan keputusan sepihak orang tuamu. Anda juga merasa bahwa ini tidak adil. Bahkan keputusan itu sangat menyakitimu.

Tapi percayalah, di ranah suami istri, ada beberapa hal yang bahkan anak-anaknya tidak bisa masuk.

 

Jadi mintalah orang tuamu untuk berbicara dari hati ke hati. Nyatakan dengan jelas apa yang Anda inginkan. Juga bagikan perasaan dan ketakutan Anda.

  1. Hindari menyalahkan diri sendiri

Ketika keputusan untuk bercerai datang dari orang tua, pasti ada rasa bersalah. Anda mungkin bertanya-tanya apakah keputusan itu menyangkut Anda.

Apakah kamu penyebab orang tuamu bercerai? Apakah Anda membuat kesalahan fatal sehingga orang tua Anda memilih untuk berpisah? Pertanyaan-pertanyaan ini berputar-putar di kepala Anda.

Jadi, jangan biarkan pikiran negatif mengendalikan Anda saat menghadapi orang tua yang akan segera bercerai. Intinya, jangan salahkan diri Anda atas keputusan ini.

Keputusan itu dibuat oleh dua orang dewasa yang sudah tahu konsekuensinya. Meskipun keputusan ini bukan yang terbaik, itu akan mencegah orang tua Anda saling menyakiti.

  1. Cari bantuan profesional

Terkadang Anda tidak bisa mengendalikan diri. Pikiran negatif telah memenuhi pikiran Anda, atau bisa lebih buruk.

Anda merusak diri sendiri. Atau mungkin Anda telah menggunakan narkoba untuk menangani perceraian orang tua Anda.

Jika ini masalahnya, jangan takut untuk mencari bantuan profesional. Bisa tanya online dulu. Saat ini, ada banyak psikolog profesional yang menawarkan konsultasi online.

Jangan takut bahwa Anda akan dicap sebagai orang gila atau orang gila. Dengan menemui spesialis, Anda akan merasa lebih tenang. Mintalah bantuan keluarga atau teman terdekat untuk konseling.

  1. Pergi berlibur

Anda dapat melakukan banyak hal ketika otak Anda terlalu sibuk. Salah satunya adalah pergi berlibur.

Liburan akan membuat pikiran Anda jernih dan tenang. Anda juga bisa bertemu orang baru saat berlibur.

Jadi pergilah ke suatu tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Atau tempat di mana Anda memiliki kenangan terbaik dalam hidup Anda. Anda juga bisa mencari paket liburan dengan pemandu.

  1. Lebih dekat dengan saudaramu

Jika Anda memiliki saudara kandung, segera bangun kerukunan dalaZm perceraian ini. Namun, keluarga Anda akan menghadapi masa-masa sulit.

Adik-adik Anda tentu tidak merasa jauh berbeda dengan Anda. Ini waktu yang tepat, jadi dekati dia.

Undang saudaramu untuk membicarakan apa saja. Buat rencana menyenangkan bersamanya. Kamu juga bisa melakukan hal-hal yang sudah lama tidak kamu lakukan bersama. Misalnya, memasak bersama atau bermain game.

Sumber : https://www.twinflameone.com/

By Drajad