Teori dan Fungsi Laba

Teori dan Fungsi Laba

Teori dan Fungsi Laba

Teori Laba

Dalam koperasi, keuntungan disebut sebagai sisa pendapatan operasional (SHU). Menurut teori keuntungan, tingkat keuntungan setiap bisnis biasanya berbeda di setiap industri. Ada beberapa teori yang menjelaskan perbedaan tersebut sebagai berikut.

  1. Teori risiko yang menanggung keuntungan (risk-bearing profit theory). Menurut teori ini, perusahaan dengan risiko di atas rata-rata akan mencapai keuntungan ekonomi di atas rata-rata.
  2. TeoriĀ  Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan meningkat karena gesekan keseimbangan jangka panjang.
  3. Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini menunjukkan bahwa beberapa perusahaan dengan kekuatan monopolistik dapat membatasi produksi mereka dan menuntut harga yang lebih tinggi daripada ketika perusahaan akan beroperasi dalam kondisi sempurna.

 

Kekuatan Monopoli

1. Kontrol penuh atas pengiriman bahan baku tertentu
2. Manfaat skala
3. Kepemilikan paten
4. Pembatasan Pemerintah

 

Fungsi Laba

Laba yang tinggi merupakan tanda bahwa konsumen mengharapkan kinerja yang lebih baik dari industri. Sebaliknya, keuntungan atau kerugian yang rendah merupakan tanda bahwa konsumen mengharapkan lebih sedikit dari produk/komoditas dan metode produksi yang tidak efisien.

Dilihat dari konsep koperasi, fungsi keuntungan bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya kepemilikan atau transaksi anggota dengan koperasinya. Idealnya, semakin tinggi ‘partisipasi anggota, semakin tinggi kinerja anggota. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com